A. Identitas Buku
Judul Buku : Strategi Belajar
Judul Asli : Learning To Learn
Penulis : Tom Barwood
Penerjemah : Theresia Aniek Setyowati Soetaryo
Editor : Niken Hananti dan Danil P. Purba
Desainer Sampul : Satrio Amal Budiawan
Penerbit : Esensi, divisi Penerbit Erlangga
Edisi : Ke-2
Tebal : 144 Halaman
Origina ISBN : 978-1-903776-64-3
Tahun : Febuari 2017
Ukuran : 10,5 x 15 cm
Percetakan : Gapprint
B. Ringkasan Isi Buku
Buku Strategi Belajar merupakan edisi kedua dari buku Seri Strategi Pengajaran yang dibuat oleh Tom Barwood. Buku ini berisi cara- cara belajar yang dimulai dari gamabaran besar belajar, mencatat, menyimpan, mengingat kembali, pikiran sehat, dan pemikirana terkini.
Pada bagian gambaran besar dijelaskan bahwa pembelajaran merupakan proses aktif yang bisa dipelajari dan diterapakan untuk berbagai situasi. Mempelajari cara belajar adalah keterampilan untuk hidup. Dengan menjadi pembelajar yang baik, kita akan mampu menghadapi tantangan dengan kreatif dan kita bebas mengejar apapun yang kita minati. Dalam mempelajari suatu hal kita harus jelas dalam “Mengapa” dan “Bagaimana” mempelajarinya ?. Apabila kita tahu kedua jawaban tersebut dapat dipastikan kita pasti bisa mempelajarinya. Selain hal tersebut kita juga harus mengetahui alasan belajar. Seperti apa yang ingin didapatkan , seberapa besar kita menginginkannya, dan apa yang kita persiapkan untuk mencapainnya.
Cara belajar dibagi menjadi tiga bagian yang rapi naupun tumapang tindih yaitu, mencatat (bagaimana cara memasukan informasi), Menyimpan ( bagaimana membuat informasi melekat), dan mengingat bagaimana memastikan kita bisa mengingat informasi ketika kita membutuhkannya). Ketika merasa kesulitan dalam menulis ataun mencactat sebuah informasi, cobalah fokus dengan yang dikatakan oleh orang lain dan mencatat garis besar point-point kunci saat orang tersebut berbicara. Kemudiam menyerap informasi lebih banyak sekaligus. Sebelum kita menyerap materi secara mendalam, kita dapat mengambil waktu untuk menyaring informasi dengan memulainya membaca judul, membolak-balik seluruh halaman buku dari depan kebelakang dan sebaliknya, kemudian tentukan bagian yang relevan untuk diingat. Tahapan-tahapan mencatat yaitu menanggulangi kesulitan mencatat dan masalah pendengaran, meyerap, menyaring, mengiris, meyederhanakan. Setelah mencatat terkadang kita kesulitan dalam penyerapan apa yg sedang kita pelajari, hal ini dapat kita atasi dengan membuat catatan berjejaring, mind map dan menggabungkan kedua metode tersebut samapai kita bisa menemukan cara yang paling efektif untuk kita. Dalam belajar hal yang terpenting adalah kita bisa menggunakan lebih dari satu indra.
Terdapat tiga gaya belajar yaitu secara visual, auditori, dan kinestesis. Semua orang memiliki preferensi gaya belajar. Tetapi cara terbaik untuk belajar bagi semua orang adalah menggunakan ketiga indra (gaya belajar) tersebut. Bahkan apabila kita memilki satu indra yang lebih dominan, hal ini tidak berarti kita tidak bisa menggunakan dua indra lainnya, karena ketika kita mengguanakan ketiga indra kita untuk belajar akan lebih menyenangkan dan membuat pembelajaran kita tidak membosankan.
Pada tahap menyimpan, sejatinya kita memiliki memori yang luar biasa dan kita tidak akan melupakan apapun yang pernah kita alami, tetapi masalahnya adalah bagaimana kita mengakses ingatan tersebut. Memori yang baik merupakan sebuah indikator suksesnya seseorang dalam ujian yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang memiliki IQ tinggi. Memori seperti halnya sulap yang harus kita pelajari dan kita latih, seperti sebuah otot, yang semakin banyak kita gunakan semakin kuat memori kita. Cara mengakses memori yang kita miliki yaitu kita harus meyakini bahwa kita memilki memori yang bagus, dan memikirkan “Mengapa” dan “Apa gunanya untuk saya” mempelajari sebuah materi atau informasai. Terdapat 7 kunci alami untuk kita mengingat suatu hal yaitu, menonjol, lucu, pribadi, emosional, berkaitan dengan indra kita, berkaitan dengan seks, hal pertama dan terakhir yang kita pelajari. Ada beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk mengingat yaitu, membuat jembatan keledai, membuat pancang pikiran, menggunakan tubuh, gamabar, pola dan haraga, angka dan gambar, angka dan puisi. Permasalahan dalam “Mengingat” yaitu pudarnya ingatansalah satunya yaitu kerusakan kurva memori (Embbinghaus). Ada beberapa cara untuk menangulangi permasalahn tersebut yaitu dengan mempelajari kembali suatu hal yang telah kita pelajari dengan teknik mengubah, mengucapkan, mengurangi, efek bola salju, menerapkan interval waktu informasi yang telah dipelajari. Kombinasi dari semua teknik tersebut tentunya akan memberikan hasil terbaik untuk kita, dan tentunya kita harus mengulang apa yang telah kita pelajari pada interval waktu yang spesific.
Ketika sebuah informasi telah dicatat, disimpan, kemudian kita harus memastikan pada diri kita bahwa kita bisa mengingat kembali informasi tersebut. Ada beberapa cara untuk mengingat kemabli yaitu, kita harus mempersiapkan diri, mengenyahkan stres, menentukan apakah kita adalah orang yang cocok bekerja dengan lebih baik di pagi hari atau malam hari, struktur dan dekorasi temapat kita belajar, membuat dan mengisi rencana waktu kemudian mengerjakan rencana wkatu tersebut.
Dalam hal belajar tentunya kita harus menciptakan pikiran yang sehat. Beberapa hal dasar yang sangat penting dibutuhkan untuk pembelajaran efektif yaitu, tidur, mematikan diri, makan dan minum, oksigen yang cukup, dan kepercayaan positif.
Proses belajar tentunya harus mengikuti Pemikiran terkini supaya bisa membentuk pendidikan masa kini. Pada proses belajar mengajar, tentunya kita harus bisa memanajemen perilaku. Menurut Mike Hughes ada tiga hal yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar yaitu, keadaan, gaya, dan struktur.
Untuk seorang guru dengan menkombinasikan ide-ide di buku ini dengan kemajuan teknologi informasi, dan komunikasi serta pengembangan bimbimngan dan pengarahan di sekolah-sekolah maka guru tidak lagi menjadi orang bijak sana di atas panggung, tetapi guru merupakan seorang “penuntun dari sebelah”.
Ada beberapa tahapan pembelajaran dengan konsep perancang yaitu:
1. Dari keadaaan Ketidak sadaran
2. Sadar akan ketidakmampuan
3. Melalui kemampuan yang di sadari
4. Kemampuan yang disadari dan tinkakat penguasaan baru
C. Kelebihan
1. Kata-kata yang digunakan mudah dimengerti.
2. Terdapat kata-kata asing yang sudah diberi penjelasan.
3. Cover mudah dikenali.
4. Terdapat gambar yang disertai penjelasan.
D. Kelemaha
1. Terdapat kata-kata asing yang belum dibri penjelasan.
2. Gambar (foto) kurang jelas dan tidak berwarna.
3. Cover kurang menarik.
E. Penilaian
Buku ini layak dibaca oleh berbagai kalangan terutama pelajar, calon pendidik, dan guru. Karena di buku ini dijelaskan secar gamblang baerbagai cara dan proses belajar mengajar yang efektif dan sesuai dengan diri kita masing-masing.
F. Komentar
Isi bukunya menarik, karena di dalam buku ini tidak hanya disajikan strategi belajar yang baik, tapi juga disediakan kuisioner- kuisioner berbagai strategi belajar yang nantinya kita jawab sendiri. Tentunya hal ini sangat membantu kita dalam menenagai macam strategi belajar tersebut pada diri kita, agar proses pembetukan strategi manakah yang sesuai dengan diri kita, tetapi tidak menutup kemungkinan kita bisa mengkombinasiokan berbserta menggugah semangat para pembaca. Penulis menuliskan kisahnya dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga para pembaca ikut hanyut dalam pengalaman beliau.
G. Daftar Pustaka

Posting Komentar
Posting Komentar