Pentingnya
Pendidikan Karakter untuk mewujudkan Indonesia Berdaya
Pendidikan
merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.
Kualitas pendidikan yang baik akan menghasilkan sumberdaya manusia yang
berkualitas yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia yaitu
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cerdas,kreatif, mandiri, menjadi Warga negara yang baik, serta bertanggun g
jawab(kemendiknas, 2010). Hal tersebut sejalan
dengan tujuan pedidikan yang diungkapkan oleh Dr. Martin Luther King yaitu “
intelligence plus character that is the goal of true education” (Kecerdasan
yang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya)
Pengertian
dari pendidikan karakter itu sendiri adalah bentuk kegiatan dari manusia yang
di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukan bagi generasi
selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan
individu dan melatih kemampuan diri menuju ke arah hidup yang lebih baik (
Wikipedia). Sedangkan pengertian pendidikan karakter menurut T. Ramli (2003) memiliki esensi dan makna yang sama dengan
pendidikan moral dan pendidkan akhlak. Menurut T.Suyanto (2009) pendidkan
karakter adalah salah satu cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas
setiap individu untuk hidup dan bekerja sama , baik dalam lingkup keluaraga,
masyarakat, bangsa, maupun negara. Lain halnya Menurut Elkind (2004), menurut
beliau pendidkan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang
mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta
didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru
berbicara dan menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai
hal terkait lainnya.
Akhir-
akhir ini Indonesia mengalami krisis pendidikan karakter terutama pada kalangn
anak-anak dan remaja. Banyak dari mereka yang bermalas-malasan, terlalu banyak
bermain, dan enggan bekerja keras. Banyak juga dari mereka yang sudah
terpengaruh budaya luar negeri yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Karena
kurang nya pengetahuan mereka untuk menyaring budaya dari luar. Selain itu banyak generasi muda yang terjerat
kasus narkoba dan kekerasan entah itu tawuran antar pelajar, bulliying, body
shaming, pergaulan bebas dan sebagainya. Selain itu, karakter generasi pemuda
ssat ini sedikit bermasalah, seperti hilagnya kejujuran, pola pikir yang kurang
jauh, rendahnya disiplin, krisis kerja sama, krisis keadilan, krisis
kepedulian, krisis tanggung jawab, dan krisis sopan santun.
Lantas
Siapakah yang harus bertanggung jawab dalam permasalahn tersebut? Tentunya
semua lini bertangung jawab dalam hal ini dimulai dari keluarga, sekolah, masyarakt,
dan pemerintah. Keempat komponen tersebut harus bekerja sama dalam pembentukan
generasi penerus bangsa yang cerdas dan
berkarakter untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang unggul guna
memberikan perubahan kepada bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Berdaya
yang akan membawa kepada sebuah kemajuan
Pertama,
dimulai dari keluarga yang merupakan komponen awal dari seorang anak mengenal dan
mempelasjari pendidikan karakter. Keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan
awal karakter anak. Melalui keluarga, karakter anak yang terbentuk dengan baik
dan kuat akan dapat membentengi si anak dari pengaruh buruk diluar lingkungn
keluarga. Untuk itu, karaktyer positif akan membuat si anak tumbuh dan
berkembang secara positif pula.
Kedua,
yaitu Guru yg merupakan orang tua kedua setelah orangtua di rumah, hal tersebut
yg menyebabkan guru memilki peran yang sangat penting dalam pembentukan
karakter seorang anak di sekolah. Selain berperan dalam menjelasakan sebuah
materi, guru juga harus memberikan keteladan kepada peserta didiknya untuk
membentuk karakter positif pada peserta didiknya tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan seorang guru yang
profesional dan berkarakter. Ada beberpa keteladan karakter yang dapat diberikan oleh seorang
guru kepada peseerta didiknya seperti, kreatif , jujur, disiplin, mandiri,
demokratis, rasa ingin tahu dan tidak acuh, cinta tanah air, semangat
mempertahankan budaya Indonesia, bangga menggunakan produk dalam negeri, bangga
terhadap bangsa Indonesia, komunikatif, menjaga hubungan yang baik satu sama lain,
tidak memilah-milah teman, menyelesaikan masaalh secar damai, gemar membaca,
peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab menyelesaikan tugas, dan sopan
santun. Seharusnya pemberian pendidikan karakter tersebut tidak hanya dilakkan
oleh guru PKN ata BK saja, tetapi oleh semua guru dan warga sekolah.
Ketiga,
yaitu Masyarakat yg juga memiliki peran yang penting dalam pembentukan karakter
seorang anak. Apabila orang tua dan guru sudah menanamkan teladan karakter yg
positif pada anak , tetapi kebanyakan dari masyarakat itu sendiri yang
memberikan contoh kuranng baik, sewperti aksi main hakim sendiri, sering
melanggar peraturang lalu lintas, tidak menghargai para pejalan kaki dan
terkadang bersikap acuh tak acuh terhadap kejadian yang yeng terjadi disekitar
mereka. Tentunya hal tersebut dapat membawa dampak pada para generasi muda
apalagi anak-anak yang masih mencontoh perilaku disekitarnya. Oleh karena itu
diperlukan kerja sama yang baik antara orang tua, guru dan masyakat dalam
memberikan teladan karakter yang positif pada seorang anak.
Dan
yang terakhir yaitu pemerintah yang memilki tugas dan wewenang dalam membuat
peraturan dan kebijakan mengenai pendidikan nasional termasuk membuat kurikulum
pendidikan, serta melakukan pengawasan terhadap keberhasilan dari pendidikan
nasional.
Pendidikan
karakter yang positif menjadi tolak ukur
keberhasilan dari sistem pendidkan nasional Indonesia. Karena sebuah pendidikan
tidak hanya menciptakan siswa yang cerdas, tetapi juga harus berkarater. Oleh
karena itu, pendidikan karakter sangat penting dalam menciptakan generasi
penerus bangsa yang unggul untuk mewujudkan Indonesia Berdaya.
Posting Komentar
Posting Komentar